PLEASE VISIT :
BATIK KHASANDY
there are a lot of Batik materials waiting for you, from Batik Cap until Batik Tulis with Natural Dyer.

Wednesday, March 20, 2013

(Im)Possible Idea : Polisi Polusi

As a human (and God's creature), we have our own privileges which is breathing! Ya, hak yang satu itu diberikan cuma-cuma oleh Tuhan buat kita semua, nggak pandang bulu! Nggak peduli agama, warna kulit, suku bangsa, lokasi daerah, dimanapun itu, kita berhak untuk bernapas.

Seharusnya hak tersebut diikuti dengan hak untuk menghirup udara segar, dimanapun kita berada. Udara segar disini berarti bebas dari segala macam asap yang menganggu udara yang kita hirup. Let's not talk about smoke, karena di blog ini, saya hanya akan bicara mengenai polusi :P

Sebagai karyawan swasta yang sehari-hari mengendarai kendaraan bermotor beroda dua, saya sudah amat sangat akrab dengan udara Jakarta sejak 1,5 tahun yg lalu. Apalagi udara Jakarta Utara, yang semua warga Jakarta mungkin sudah paham betul mengenai jalanan di daerah ini. Tidak hanya motor/mobil, bis, metromini & busway, saya (dan pengendara kendaraan lainnya) masih harus bertarung dengan TRUK!

Yap, Truk. Mulai dari Truk Pengangkut Bensin, Truk Sampah, Truk Bak, hingga Truk Gandeng yang panjangnya Naudzubillah hingga saya salut dengan pengendaranya yang mampu mengendalikan kendaraan tersebut. Sayangnya kendaraan-kendaraan tersebut seringkali sudah tidak sehat. Asap knalpot yang keluar dari kendaraan tersebut tidak lagi abu-abu, tetapi kadang HITAM (dan panass, yap!).


Seharusnya ada polisi polusi, yang mengukur semua kendaraan sehingga yang sudah tidak layak jalan, dipensiunkan / diperbaiki sehingga bisa jalan lagi. Walaupun itu juga mustahil, mengingat jumlah kendaraan di Jakarta yang (lagi-lagi) naudzubillah banyaknya.

Bisa dibayangkan rasanya, dengan jalur yang cukup macet (I don't complain about it), masih harus dihantam dengan asap panas yang kotor itu (yang kadang bikin esmosi sangat). Padahal sebagai manusia kita berhak lho menghirup udara segar! Udara yang bebas dari polusi. Apakah naif apabila saya (dan menurut saya sebagian warga Jakarta) masih menginginkan hal ini?

And to be honest, hal ini terlihat dengan jelas disaat weekend, dimana Jalur ke Puncak/Bandung biasanya diikuti dengan kemacetan yang tidak wajar. Yes, Jakartans miss fresh air! Much!

Regards,
Myria!

NB :
Picture taken from :
http://www.kidscientist.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments:

Related Posts with Thumbnails